Babyloania Moms Share: Baby Led Weaning (BLW) Tips

Beberapa waktu lalu, kami berbagi informasi mengenai Baby Led Weaning (BLW) di instagram dan mengajak para ibu untuk saling berbagi pengalamannya dalam menerapkan BLW, karena kami yakin banyak ibu yang anaknya sudah mau mulai MPASI yang ingin tahu lebih banyak mengenai metode ini. Berikut adalah rangkuman dari para Amazing Mamas yang berbagi tips dan pengalamannya menerapkan BLW.

Apa itu BLW?

Berdasarkan suatu artikel dari babycenter, BLW adalah membiarkan si kecil makan sendiri pada saat mulai MPASI, dengan memberikan makanan sesuai usiannya dan dapat dipegang oleh tangannya sendiri. Jadi, orangtua tidak menyuapinya dengan puree atau bubur bayi.

Kapan mulai menerapkan BLW

Anda bisa memilih untuk mulai menerapkan BLW sejak mulai MPASI, yaitu 6 bulan, namun bisa juga setelahnya. Salah satu Amazing Mama, Hanna, bercerita bahwa ia mengikuti pilar MPASI yang ditetapkan oleh WHO, yaitu memberikan anaknya makanan dengan tekstur cair terlebih dahulu dan kemudian naik bertahap menjadi lebih kasar. Ia mulai menerapkan BLW dan memberikan finger food setelah usia anaknya 8 bulan.

Kelebihan BLW 

Jika menggunakan metode BLW, si kecil dapat mengenal berbagai macam tekstur makanan dan juga masing-masing rasa makanan, karena tidak dicampur menjadi satu sebagaimana jika dibuat puree. Bagi Soraya, dengan menerapkan metode ini, anaknya benar-benar led her weaning; mau makan atau tidak, biar si kecil yang menentukan. Mirna mengatakan bahwa sejak menerapkan BLW, anaknya yang tadinya sedang gerakan tutup mulut (GTM) jadi senang makan. Ia mengatakan bahwa proses makan dengan metode BLW ini sangat menyenangkan bagi anaknya dan juga dirinya. Begitu pula bagi Levy, sejak menerapkan BLW saat anaknya berusia 10 bulan, meskipun prosesnya sangat berantakan, anaknya sangat menikmati makan!

Kekurangan BLW

Salah satu kekurangan BLW adalah: berantakan! :D Si kecil biasanya akan mengeksplorasi tekstur masing-masing makanan yang disuguhkan, dan tidak jarang dilemparnya. Selain itu, karena makan dengan tangan sendiri, pastinya akan belepotan. Namun bagi Soraya, seorang ibu rumah tangga dengan dua anak tanpa bantuan ART, hal ini bukan masalah. Menurutnya, yang terpenting adalah anaknya senang makan!

Tersedak; Gagging vs. Choking

Salah satu hal yang akan sering ditemui ketika menerapkan BLW adalah si kecil dapat tersedak. Sebelumnya, penting membedakan antara gagging dan choking. Gagging, atau saat si kecil bersuara "hoek", sebenarnya adalah respons alami anak untuk menangani makanan yang masuk terlalu jauh ke dalam mulutnya. Jadi, jika hal ini terjadi, tidak perlu khawatir, karena ini adalah salah satu bentuk si kecil mengontrol makanannya. Sementara, choking adalah ketika si kecil tersedak dan tidak dapat bernafas. Untuk keamanan, jangan pernah tinggalkan si kecil makan sendirian tanpa pengawasan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gagging vs choking, bisa dilihat di sini.

Kombinasi antara conventional feeding dan BLW

Dalam menerapkan BLW, jangan lupa untuk mempertimbangkan kondisi anak, dan juga Anda. Anda tidak perlu strict menerapkan hanya salah satu metode saja antara conventional feeding atau BLW. Paloma menemukan jalan tengah, yaitu dengan menerapkan metode BLW hanya untuk snack dan buah saja, sementara makan besar tetap dengan metode conventional feeding. 

 

Demikianlah hasil sharing para Babyloania Moms mengenai Baby Led Weaning. Kami sangat berterima kasih kepada para Amazing Mamas: HannaMirnaSorayaLevy dan Paloma yang telah berbaik hati berbagi pengalamannya menerapkan metode BLW. Kami yakin, informasi dari pengalaman Anda akan sangat berguna bagi para Amazing Mamas lainnya.

Selamat mencoba! Semoga si kecil makannya lahap ya!

With love,

Babyloania


Zhafira Loebis
Zhafira Loebis

Author



Leave a comment